![]() |
Presiden AS Barrack Obama (foto: Google) |
Diwartakan PC World, Minggu (3/6/2012), The New York Times mengungkap hal ini dari sebuah sumber yang menolak disebutkan namanya. Sumber ini mengatakan, pada masa awal kepresidenannya, Obama mempercepat upaya serangan cyber yang sudah dimulai sejak masa George W. Bush.
Stuxnet merupakan worm yang telah lama didesas-desuskan sebagai hasil ciptaan Israel atau AS. Program jahat ini sempat melarikan diri dari Iran pada 2010 dan menginfeksi komputer lain melalui internet.
Obama memilih menghentikan serangan cyber tersebut setelah Stuxnet mulai menyerang komputer lain. Tapi, menurut The New York Times, dia memutuskan tetap melanjutkan program itu. Stuxnet merupakan proyek patungan Israel dan AS yang menarget program nuklir Iran.
Tujuan serangan ini adalah memperoleh akses menuju kendali komputer industri di pabrik nuklir Natanz milik Iran. US National Security Agency dan unit cyber rahasia dari Israel berperan sebagai pengembang program jahat Stuxnet. Juru bicara Gedung Putih menolak berkomentar pada The New York Times. (yhw)



