JAKARTA - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla
(JK), menegaskan siap ikut ambil bagian dalam bursa Calon Presiden 2014
mendatang, meski dengan satu catatan.
Menurut JK, selama dukungan dari masyarakat masih tinggi dia akan maju sebagai capres. Kendati, mantan ketua umum Partai Golkar ini mengaku tidak mau terburu-buru untuk mencalonkan diri.
"(Capres) nanti lah. Kalau Anda pilih, saya siap. Soal elektabilitas saya masih tinggi, saya ucapkan terima kasihlah," terang JK ketika ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (25/8/2012).
Saat dikonfirmasi perihal pendekatan yang belakangan dilakukan partai Nasional Demokrat (NasDem) kepada dirinya, JK tampak malu-malu untuk berterus terang.
"Ya nanti lah itu, kan masih lama. (NasDem) ya terima kasih, tapi nantilah kita bicarakan. Itu kan masih 2014 masih ada dua tahunlah. Dulu tahun 2004, saat saya jadi Cawapres cuma empat bulan," simpulnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga enggan membahas kemungkinan pencalonan dirinya oleh Golkar yang sudah menetapkan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Capres Golkar.
"Jangan saya kasih komentar itu sendiri. Enggaklah. Golkar kan sudah putuskan (Ical)," pungkasnya.
(ded)
Menurut JK, selama dukungan dari masyarakat masih tinggi dia akan maju sebagai capres. Kendati, mantan ketua umum Partai Golkar ini mengaku tidak mau terburu-buru untuk mencalonkan diri.
"(Capres) nanti lah. Kalau Anda pilih, saya siap. Soal elektabilitas saya masih tinggi, saya ucapkan terima kasihlah," terang JK ketika ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (25/8/2012).
Saat dikonfirmasi perihal pendekatan yang belakangan dilakukan partai Nasional Demokrat (NasDem) kepada dirinya, JK tampak malu-malu untuk berterus terang.
"Ya nanti lah itu, kan masih lama. (NasDem) ya terima kasih, tapi nantilah kita bicarakan. Itu kan masih 2014 masih ada dua tahunlah. Dulu tahun 2004, saat saya jadi Cawapres cuma empat bulan," simpulnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga enggan membahas kemungkinan pencalonan dirinya oleh Golkar yang sudah menetapkan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Capres Golkar.
"Jangan saya kasih komentar itu sendiri. Enggaklah. Golkar kan sudah putuskan (Ical)," pungkasnya.
(ded)



